20 Peraturan dan Pelanggaran dalam Catur

Revisi : https://tinyurl.com/_2024

Catur merupakan permainan populer yang dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Permainan ini adalah permainan strategi yang menggunakan papan dan dipertandingkan oleh dua pemain. Papan catur berupa papan permainan (gameboard) kotak-kotak dengan jumlah keseluruhan 64 kotak yang disusun menjadi 8 x 8 kotak pada bentuk papan persegi.


Permainan diawali dengan masing-masing pemain yang memiliki 16 buah yang terdiri dari satu raja, satu menteri, dua ster (disebut juga gajah), dua ksatria (disebut juga kuda), dua benteng, dan delapan prajurit (disebut juga bidak atau pion). Masing-masing dari enam jenis buah catur tersebut bergerak dengan arah yang berbeda, di mana yang paling kuat adalah menteri dan yang paling lemah adalah prajurit.


Tujuan inti dari permainan catur adalah untuk menskakmat raja musuh dengan menempatkannya di bawah ancaman penangkapan yang tak bisa dihindari. Untuk tujuan ini, bidak pemain digunakan untuk menyerang dan menangkap buah catur lawan, sekaligus saling mendukung di antara buah catur yang sama warna. Selain skakmat, permainan bisa dimenangkan dengan mengundurkan diri secara sukarela dari satu pihak, yang umumnya terjadi bila terlalu banyak tokoh (buah catur) yang telah hilang atau skakmat yang sudah tampak dan tidak bisa dihindari lagi. Ada juga beberapa cara permainan yang diakhiri dengan hasil imbang.


Artikel lainnya :



Peraturan permainan catur dikeluarkan oleh FIDE (Fédération Internationale des Échecs), Badan Pengelola Catur Internasional. Aturan yang dikeluarkan oleh Badan Pemerintahan Nasional, atau oleh organisasi catur yang tidak berafiliasi bisa saja berbeda. Aturan FIDE yang terbaru direvisi pada tahun 2024.


Berikut akan dijelaskan mengenai 20 peraturan dan pelanggaran dalam catur. Beberapa peraturan dalam permainan catur dibagi berdasarkan beberapa tahap dalam permainan, di antaranya :


1. Persiapan


Catur dimainkan di papan persegi dengan delapan lajur (dilambangkan dengan angka 1 sampai 8) dan delapan kolom (dilambangkan dengan huruf a sampai h). Warna dari 64 kotak bermacam-macam dan disebut sebagai kotak terang dan gelap permainan dimulai dengan dua orang yang duduk saling berhadapan dan kemudain menata 16 buah catur pada dua lajur sesui dengan urutan, di mana satu petak hanya digunakan untuk satu buah saja.


Urutan dari bidak di lajur pertama (belakang) dari pinggir menuju ke tengah adalah benteng, ksatria (kuda), gajah atau ster, menteri dan raja. Menteri putih diletakkan di petak berwarna putih dan menteri hitam diletakkan di petak berwarna hitam, di mana raja selalu berada di sebelah menteri.


2. Gerakan


Sebelum memulai pertandingan, setiap pemain memilih buah catur warna apa yang akan mereka mainkan. Sehingga pemain yang menjalankan buah catur berwarna putih akan memulai langkah pertama, diikuti oleh pemain yang memainkan buah catur hitam. Begitu seterusnya bergantian.


Pada permainan catur, satu pemain hanya boleh menggerakkan satu buah catur dalam sekali langkah. Untuk kasus khusus seperti rokade, akan ada dua buah catur yang digerakkan (akan dijelaskan lebih lanjut).


Perpindahan buah catur adalah dapat menuju petak yang kosong, atau petak di mana sudah ada lawan (buah catur musuh) yang menempati. Jika kejadian kedua terjadi, berarti pihak pemain yang sedang melangkah saat itu memakan buah catur musuh dan akibatnya buah catur musuh akan disingkirkan dari permainan (buah catur musuh berkurang). Akan tetapi, ada juga gerakan dengan peraturan khusus untuk memakan atau menyingkirkan lawan dalam permainan catur, dinamakan gerakan en passant.


Berikut ini merupakan gerakan khusus dari tiap buah catur catur berdasarkan peran dari masing-masing



  • Prajurit (bidak atau pion) – pion adalah buah catur yang memiliki gerakan sangat terbatas. Buah catur ini hanya dapat bergerak maju ke arah lawan, satu demi satu petak, dan petak tersebut tidak boleh ditempati oleh buah catur lain. Selain itu, bidak juga tidak dapat berjalan mundur. Bidak dapat memakan buah catur lawan secara diagonal jika lawan tersebut berada satu petak di depannya. Pion ini memiliki dua gerakan yang khusus, yaitu gerakan promosi dan en passant.

  • Benteng – memiliki gerakan cukup luas yaitu dapat bergerak di sepanjang petak, baik horizontal maupun vertikal. Hanya saja benteng tidak dapat melompati buah catur lain. Membantu raja, benteng akan terlibat dalam gerakan khusus rokade.

  • Ksatria – khusus untuk buah catur ini memiliki gerakan seperti huruf L. Maksudnya adalah gerakan memanjang sejauh 2 petak dan melebar sejauh satu petak. Kuda merupakan satu-satunya buah catur yang dapat melompati buah catur lain, baik musuh atau tim.

  • Ster (gajah) – memiliki gerakan diagonal di sepanjang petak, namun seperti halnya benteng, ster tidak bisa melompati buah catur lain dan hanya berada pada satu warna, ster hitam pada petak hitam atau ster putih pada petak putih.

  • Menteri – gerakan kombinasi dari benteng dan gajah dimiliki oleh menteri dan menteri adalah buah catur paling kuat karena gerakannya yang ke segalah arah.

  • Raja – memiliki gerak yang cukup terbatas yaitu hanya dapat bergereak dari satu petak namun ke segala arah. Selain itu, raja memiliki gerakan khusus yang disebut dengan rokade di mana gerakan ini juga melibatkan benteng.


3. Rokade


Rokade biasa juga disebut castling di dalam bahasa Inggris adalah sebuah gerakan khusus yang dilakukan oleh raja, di mana raja akan bergerak sejauh dua petak ke arah benteng di bagian baris pertamanya, dan kemudian benteng berpindah di petak terakhir yang dilalui oleh raja.


Syarat terjadinya gerakan rokade adalah :



  • Raja dan benteng yang akan berpindah diharuskan belum pernah bergerak sama sekali

  • Tidak ada buah catur lain yang berada di antara raja dan benteng

  • Raja tidak berada dalam posisi diskak

  • Petak yang akan dilalui raja tidak sedang dalam keadaan diserang buah catur lawan


Beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan oleh pemain saat menjalankan gerakan rokade antara lain adalah :



  • Benteng yang akan menjalankan rokade sedang diserang pihak musuh

  • Apabila menteri berada di sebelah benteng yang akan melakukan rokade, maka petak yang berada persis di sebelah benteng tidak boleh dalam keadaan diserang









4. En passant


Gerakan ini dapat terjadi saat bidak bergerak sejauh dua petak maju dan terdapat bidak lawan yang berada pada satu petak dalam baris tujuan. Jika hal ini terjadi, maka bidak lawan dapat memakan dan menempati petak yang baru saja dilewati oleh bidak pemain tersebut. Hanya saja, gerakan ini dapat dilakukan sesaat setelah gerakan bidak maju sejauh dua petak atau hak lawan untuk melakukan gerakan en passant tersebut tidak berlaku.


5. Promosi


Ketika bidak telah maju hingga menempati barisan paling terakhir, maka bersamaan dengan gerakan maju tersebut, bidak akan dipromosikan dan harus ditukar dengan buah catur berdasarkan keinginan pemain, di antaranya menteri, benteng, gajah, maupun kuda dengan warna yang sama. Pada umumnya, bidak yang dipromosikan akan menjadi menteri. Tidak ada jumlah yang membatasi bidak yang dipilih sebagai promosi, jadi akan menguntungkan bila memiliki bidak dengan jumlah yang berlebih pada saat awal permainan (semisal, dua menteri).


Artikel lainnya :



6. Skak


Skak merupakan sebuah keadaan di mana Raja sedang diserang oleh satu atau lebih buah catur yang dimiliki oleh lawan. Pemain yang Rajanya sudah diskak, maka harus menggerakkan Raja supaya tidak terserang oleh lawan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memakan bidak lawan yang melakukan serangan, menutup serangan dari lawan dengan menempatkan sebuah bidak di antarany. Seperti misalnya apabila yang menyerang menteri, benteng, atau gajah dan ada petak kosong di antara Raja dan bidak lawan. Atau solusi lain adalah dengan memindahkan Raja ke petak yang tidak sedang diserang. Rokade adalah gerakan yang tidak diijinkan apabila Raja sedang diskak.


7. Akhir permainan


Tujuan akhir permainan catur ini adalah mencapai posisi skak mat untuk mematahkan lawan. Skak mat bisa terjadi bila posisi Raja terancam dan tidak bisa menyelamatkan diri ke petak yang lain. Tidak selalu permainan berakhir dengan kekalahan, karena bisa terjadi pula peristiwa seri atau imbang (draw) di mana kedua belah pihak tidak mampu lagi meneruskan pertandingan karena tidak bisa mencapai skak mat.


Akhir permainan yang berupa peristiwa remis bisa terjadi berdasarkan kesepakatan maupun tidak antara kedua pemain. Salah satu contoh remis yang tidak berdasarkan kesepakatan – tetapi terjadi adalah pada saat keadaan remis abadi. Atau bisa juga dalam keadaan pet, di mana pemain dengan giliran melangkah tidak bisa melangkahkan buah catur mapapun termasuk Raja, tetapi juga tidak dalam keadaan terancam skak. Dalam pertandingan catur pihak yang menang biasanya mendapatkan nilai 1, yang kalah 0, sedang draw 0.5.


8. Permainan selesai


Permainan dapat dinyatakan selesai apabila salah satu pemain berhasil mem-skak mat-kan Raja lawan dengan langkah yang sah. Selain itu permainan juga dapat dinyatakan berakhir bila salah satu pemain menyatakan menyerah.


9. Hasil seimbang


Permainan selesai dengan remis bila pemain yang giliran melangkah tidak memiliki langkah sah sedangkan Rajanya tidak dalam keadaan skak. Permainan itu dinyatakan berakhir dengan “pat”. Hal ini dapat dengan segera mengakhiri permainan, asalkan langkah yang menyebabkan posisi pat itu adalah langkah yang sah. Selain itu, permainan juga dinyatakan seimbang apabila tidak seorang pemain pun dapat me-mat-kan Raja lawannya dengan rangkaian langkah sah dan ini berarti permainan berakhir buntu.


Permainan selesai dengan remis berdasarkan persetujuan kedua pemain saat bertanding. Permainan bisa berakhir remis jika posisi yang sama terjadi dalam dua hal, yaitu dapat terjadi atau sudah terjadi di atas papan catur sedikitnya sebanyak tiga kali. Selain itu remis juga terjadi jika setiap pemain telah melakukan 50 langkah terakhir secara berturut-turut dengn tanpa melakukan langkah bidak maupun melakukan langkah pemukulan.








10. Kontrol waktu


Kontrol waktu pada permainan catur berhubungan dengan jam catur. Jam catur adalah jam yang memiliki dua petunjuk waktu dan saling berhubungan dengan sedemikian rupa sehingga hanya salah satu dari petunjuk waktu pada jam tersebut yang bisa berjalan. Jam dalam pengertian Catur RDE adalah salah satu dari kedua petunjuk waktu itu, sedangkan Bendera Jatuh adalah habisnya jatah waktu yang tersedia bagi seorang pemain.


Ketika menggunakan jam catur, setiap pemain harus membuat langkah dalam batas waktu yang ditentukan. Atau selain itu bisa juga diberikan tambahan waktu setelah langkah dijalankan. Semua hal tersebut harus ditetapkan di awal sebagai perjanjian bersama.


Waktu yang dapat dihemat oleh seorang pemain selama waktu periode akan ditambahkan untuk jatah waktu untuk periode berikutnya, kecuali kalau menggunakan waktu tunda (time delay).  Dalam cara time delay kedua pemain memperoleh “jatah waktu berpikir utama”. Mereka juga mendapat jatah tambahan waktu untuk setiap langkah yang dijalankan. Perhitungan waktu mundurr dari waktu pikir utama hanya dimulai setelah jatah tambahan waktunya berakhir. Jika pemain dapat menghentikan jam catumya sebelum tambahan waktunya berakhir, maka waktu pikir utamanya tidak mengalami perubahan, tanpa mengindahkan berapa banyak tambahan waktu yang sudah terpakai.


Selama permainan berlangsung, setiap pemain yang sudah menyelesaikan langkahnya di atas papan catur, harus menghentikan jam caturnya sendiri dan menjalankan jam catur lawan. Seorang pemain selalu diperbolehkan menghentikan jam caturnya. Langkahnya dianggap belum selesai sebelum dia menghentikan jam catur, kecuali langkah yang dibuatnya itu serta merta mengakhiri permainan.


Artikel lainnya :



Pelanggaran dalam Permainan Catur


Untuk pelanggaran pada permainan catur, biasanya ditimbulkan karena posisi atau langkah yang dilakukan tidak sah. Sehingga kesalahan ini pada umumnya disebut dengan illegal move atau langkah illegal. Untuk itu, para pemain sebaiknya memahami apa saja yang termasuk ketidaksahan dalam permainan catur tersebut sehingga tidak mendapat konsekuensi hukuman dari wasit karena terjadinya pelanggaran pada permainan.


Berikut ini adalah beberapa pelanggaran yang dikarenakan posisi buah catur yang tidak sah, antara lain adalah :



  1. Jika selama permainan masih berlangsung, diketahui bahwa letak awal buah catur keliru, maka permainan itu dibatalkan dan diadakan permainan baru.

  2. Jika selama permainan masih berlangsung, diketahui bahwa kekeliruan satu-satunya ialah letak papan catur, maka permainan tetap dilanjutkan tetapi bentuk posisi yang sudah dipindahkan ke papan catur yang letaknya benar.

  3. Bila letak papan catur keliru dan letak buah catur juga keliru, maka permainan harus diulang.

    Untuk menghindari permasalahan yang disebabkan oleh letak papan atau buah catur yang keliru, maka wasit seharusnya mengingatkan kedua pemain untuk memeriksa kembali letak papan dan buah catur dengan benar sebelum memulai pertandingan, dan jika memungkinkan ada baiknya wasit untuk memeriksa seluruh papan sebelum pertandingan.

  4. Jika pertandingan dimulai dengan penggunaan wama yang terbalik, maka permainan tetap diteruskan, kecuali wasit menentukan keputusan lain.

  5. Jika ada pemain yang mengklaim salah warna (seharusnya pada pairing memegang buah catur putih tetapi keliru memegang buah hitam) maka permainan harus terus dilanjutkan.

  6. Jika pemain merobohkan satu atau beberapa buah catur, dia memiliki kewajiban untuk menata ulang posisi buah catur tersebut sementara jam caturnya tetap jalan. Jika memang diperlukan, pemain atau lawannya boleh menghentikan jalannya jam catur untuk meminta bantuan wasit. Wasit boleh mengeluarkan hukuman bagi pemain yang telah merobohkan buah catur itu.

  7. Jika seorang pemain menjatuhkan atau merobohkan buah catur dari atas papan, maka pemain tersebut harus mengambilnya dan menatanya kembali diatas papan sebelum ia menekan jam catur. Bila pemain tersebut belum menatanya tetapi telah menekan jam catur, maka lawannya bisa melakukan klaim dan wasit memberikan waktu ekstra untuk lawannya.

  8. Jika selama permainan masih berlangsung, diketahui telah terjadi langkah tidak sah, termasuk langkah promosi bidak atau pemukul terhadap Raja lawan, maka posisi sebelum terjadinya kasus itu harus ditata kembali. Kalau posisi sebelum kasus itu tidak bisa diidentifikasi, maka permainan dilanjutkan dari posisi yang bisa diidentifikasi sebelum langkah tidak sah itu. Jam catur harus disetel kembali dan kemudian permainan dilanjutkan dari posisi yang diperbaiki.

  9. Untuk dua langkah tidak sah yang dilakukan seorang pemain, wasit memberikan waktu ekstra dua menit kepada lawannya untuk setiap pelanggaran; untuk Langkah tidak sah ketiga kalinya oleh pemain yang sama. Akan tetapi permainan dapat berakhir remis jika posisi Iawannya tidak dapat me-mat-kan dengan rangkaian langkah yang sah dan wasit harus segera turun tangan untuk mengurangi ketegangan antar kedua pemain.Jika langkah illegal disebabkan oleh “skak” yang tidak dapat dihindari, maka wasit perlu memastikan apakah buah catur yang pertama kali dipegang, bisa digunakan untuk melindungi raja atau dapat memakan buah catur lawan yang melakukan “skak”. Bila kedua kemungkinan tersebut bisa, maka buah catur yang dipegang tersebut harus digunakan untuk melindungi raja atau memakan buah catur lawan yang melakukan “skak”. Bila tidak bisa lagi, maka pemain memiliki kebebasan untuk memilih langkah lain yang sah dengan tujuan menghindari “skak” lawan.

  10. Jika saat permainan berlangsung diketahui adanya pergesaran petak dari buah catur, maka posisi sebelum terjadi keadaan perubahan petak tersebut harus diatur kembali. Jika posisi sebelum terjadinya keadaan itu tidak bisa dipastikan, maka permainan dilanjutkan berdasarkan posisi terakhir sebelum terjadinya keadaan yang tidak diketahui tersebut. Waktu yang tertera pada jam catur harus disesuaikan, kemudian permainan dilanjutkan dari posisi yang diperbaiki ini.


Artikel lainnya :



Itulah peraturan dan pelanggaran dalam catur yang perlu diperhatikan dalam permainan catur. Seemoga bermanfaat.



Sumber https://indoint.com/